narsis bentar

kelar cat chasis, ganti ban baru, piston dan ring baru, blok silinder baru, kampas kopling juga baru . siap jalan ? ntar dulu……inget pajak mati 8 taon. cuma berani nongkrong di teras

IMG_20150628_155930

Dipublikasi di alam | 11 Komentar

Membuat Master Kiri Menggunakan Master Rem Relakang

“Ini bukan ilmu baru, beberapa tahun yang lalu sudah ada media online yang menampilkan master kiri seperti ini, tapi sepertinya tidak dicantumkan proses perakitan secara detail. Artikel ini hanya menjelaskan proses kerja berdasarkan yang saya lakukan. Jadi ini bukan murni ide saya”

Gak usah lama-lama meratapi nasib master kopling yang jebol. Segera dipikirkan untuk perbaikannya. Ada tiga opsi perbaikan:

Opsi pertama, beli master baru dengan resiko ukuran seal nggak standar dan akan merepotkan dikemudian hari. Kan bisa diperiksa dulu ukuran seal? Masalahnya untuk memeriksa harus dibongkar, emang boleh sama penjualnya? Kan bisa beli yang branded biar awet ? Kendalanya MAHAL, tuh bini gua udah buru-buru umpetin kartu ATM gwa.

Opsi kedua, memodifikasi master kanan agar bisa dipasang di kiri. Tapi kok kayaknya ribet banget ya ?

Opsi ketiga, memodifikasi master rem belakang agar bisa dipasang di setang kiri. Nah…..ini kayaknya lebih rasional. Lagi pula setelah gugling, ternyata ada yang sudah menerapkan cara ini, cuma sayang tidak dijelaskan tahap pembuatannya.

Kali ini saya nggak mau ambil resiko, jadi saya beli master belakang yang diameter silindernya 0,5 inci atau 12,7mm agar kalau suatu hari jebol gampang cari spare partnya. Bisa ambil punya Satria FU, atau motor lain. Tapi saya pilih KTC dengan pertimbangan, posisi tabung dan lubang baut dudukan saling berseberangan. Ini akan memudahkan dalam membuat dudukan nantinya. Kalau punya Satria FU lubang baut dan tabung ngumpul di satu sisi.

ktc

  1. Membuat handle. Biar nggak ribet saya memanfaatkan bekas master kiri yang dipotong diambil dudukan handelnya saja. Gerinda bagian-bagian yang tidak diperlukan agar lebih rapi.

4- dipotong

  1. Membuat dudukan master. Saya gunakan plat besi 5mm, yang ditekuk dan diberi lubang. Pastikan posisi master lurus terhadap gerak handle agar kerja master bisa maksimal. Setelah didapat posisi yang tepat, plat besi dilas dengan setang.

dudukan

Sudah cukup ? Belum…..Coba perhatikan setud penekan master rem belakang. Setud itu berupa baut yang bisa gerak kiri kanan.

setut

Kalo dipasang apa adanya, saat handle ditarik bukannya setud menekan ke dalam, tapi justru “mlethot” ke samping. Untuk itu perlu dibuatkan semacam “guider” agar saat handle ditekan setud ikut bergerak lurus.

Guider dibuat dari batang besi bulat, tapi yang permukaannya halus. Biar gampang pakai saja as roda atau as presneleng bekas berdiameter 12mm. Potong batang besi tersebut sepanjang +-25mm, lalu lubangi satu sisinya Ø8mm sesuai diameter setud. Jangan tembus, cukup +-15mm saja dan lubangnya harus tegak lurus.

guider

Selanjutnya, perbesar lubang di dudukan handle, sehingga “guider” bisa pas masuk di dalamnya, tidak seret tapi tidak kocak. Bagian yang tidak berlubang menghadap ke luar (yang nantinya akan di tekan handle). Lubang Ø8mm itu buat tempat setut, sehingga setut akan “dipaksa” bergerak lurus maju mundur seirama gerakan “guider”.

Guider terpasang pada rumah handle

Guider terpasang pada rumah handle

Selanjutnya pasang tabung reservoir sesuai selera, yang penting posisinya harus lebih tinggi dari masternya.

Dan, seperti inilah master setelah terpasang di setang bersama dengan handlenya

master tampak atas

posisi guider

Skema master kiri bisa dilihat di gambar di bawah

pemasangan master

PicsArt_1422796676785

Dipublikasi di roda 2 | Tag , , | 6 Komentar

Master kiri “China”, ternyata membawa masalah

Sebelumnya penulis minta ma’af, artikel ini tidak bermaksud sara karena judulnya menyebut suatu etnis, tapi memang di pasaran terutama di daerah saya barang-barang KW sering disebut barang China, mungkin karena kebanyakan made in China”

Ini tentang kopling hydrolik yang saya bahas di artikel lalu. Master kopling yang saya gunakan adalah master “china” seperti gambar di bawah.

master kiri

Setelah pemakaian beberapa bulan, seal mulai soak dan ngempos. Akibatnya meski handle ditarik motor tetap nylonong.

Halah………itu kan masalah sepele. Kan tinggal ganti seal piston dengan seal original, beres.

Sekilas tampilan luar sama dengan master standar bawaan motor (hanya yang ini posisi di kiri). Jadi pasti bisa pake seal piston standar motor. Biar nggak kelamaan, langsung bongkar master buat diganti sealnya. Tapi ternyata setelah dibongkar………..ketauan bahwa ukuran pistonnya 11mm !!

seal 11mm

Ngubek-ngubek toko onderdil sekabupaten nggak ada yang jual seal ukuran segitu. Yang ada di pasaran adalah seal piston untuk master rem standar motor yang diameter silinder 0,5 inci alias 12,7mm.

Ya sudah, daripada senewen mikirin seal yang kagak ada yang jual mending itu master dipake buat ngetest gergaji besi yang barusan saya beli. Dan hasilnya…..gergaji besi baru memang terbukti tajam sodara-sodara!!

4- dipotong

UPDATE 12 Agustus 2015

menurut info dari bro Haris seperti dituliskan di kolom komentar di bawah, seal master 11mm ternyata milik Yamaha. Jadi bagi yang sealnya jebol silahkan cari di diler Yamaha terdekat. Trims bro Haris atas infonya

Dipublikasi di roda 2 | 7 Komentar

Tentang Jajanan Tradisional “Tahu Susur”

Entah apa yang ada dalam benak Nenek Moyang kita saat menciptakan jajanan ini

tahu susur

 

Coba perhatikan baik-baik Tahu Susur di atas. Belah tengah, ada rambutnya, dan ada “cenilan”nya juga. Kira-kira dari mana ya sumber inspirasinya ?

Dipublikasi di budaya | 1 Komentar

Bikin Kopling Hydrolik yuk….

Ceritanya saya ngebet pangen pasang kopling hydrolik, seperti yang banyak dijual di toko-toko variasi. Tapi saya kurang sreg, karena masih pake kawat di ujung boosternya. Kayaknya kok gimana, gitu.

Akhirnya setelah ubek-ubek perpustakaan untuk mempelajari prinsip kerja Hydrolik, saya coba untuk membuat sendiri kopling hydrolik dengan part yang mudah ditemukan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di roda 2 | Tag , , | 32 Komentar

Morning Glory

Sebagai posting pertama, saya persembahkan sekuntum “Morning Glory” yang tumbuh liar di kebun belakang.

morning glory

foto diambil dengan NOKIA XL

 

 

 

 

Dipublikasi di alam | Tag | 6 Komentar